Pengorbanan Seorang Anak Terhadap Ibunya


Ini adalah kisah nyata.

Kisah ini terjadi di Jakarta, tepatnya di Jalan Thamrin. Jalan Thamrin ini merupakan jalan yang biasa dilalui oleh para petinggi, para menteri, & para pejabat negara.

Tapi, suatu hari ada pemandangan yang membuat miris hati. Di tepi jalan, berdiri seorang anak yang masih berusia belasan tahun sambil memegang sebuah potongan kardus yang berisi sebuah tulisan.
Tulisan tersebut kurang lebih begini :

" Ibu saya sedang sakit keras & butuh biaya. Saya mau mendonorkan ginjal saya "

Tanpa rasa lelah dia terus bersabar berdiri di pinggir jalan. Berharap ada yang melihat tulisannya dan peduli dengan dirinya sehingga mau menolongnya.

Sungguh membuat miris melihat kejadian tersebut. Seorang anak yang rindu akan kasih sayang seorang ibu, rela mendonorkan ginjalnya, agar ibunya bisa sembuh.

Tanpa rasa malu, dia berkorban, dia berjuang dengan sepenuh hati demi sang Ibu. Itu yang bisa dilakukan oleh dirinya, karena dia sangat menyayangi ibunya. Sungguh pengorbanan yang besar & tulus.

Bayangkan saja, demi menyembuhkan sang ibu, ia rela untuk mendonorkan ginjalnya. Ia rela kehilangan salah satu anggota organ tubuhnya, demi melihat kembali senyum bahagia dari sang ibu.

Seandainya kita berada pada posisi seperti anak itu, kita belum tentu bisa melakukan pengorbanan besar seperti itu, kita belum tentu bisa setegar anak itu. Butuh sebuah kebesaran & ketulusan hati.

Dari kisah diatas, kita dapat pelajaran yang amat sangat berharga tentang ketulusan seorang anak yang berkorban demi ibunya. Seorang anak yang ingin membahagiakan ibunya. Seoranga anak yang rindu akan kasih sayang seorang ibu.

Oleh karena itu, selagi ibu kita masih ada bersama kita dalam keadaan sehat walafiat, kita harus bersyukur, kita harus membahagiakan ibu kita, berusaha membalas jasa ibu kita terhadap kita.
Jangan membuat ibu kita bersedih & menangis.

Apakah kita tega melihat ibu kita menangis karena kelakuan kita ?!

Tentu tidak bukan ?! Oleh karena itu, mulai sekarang sayangilah ibu kita, buatlah ibu kita tersenyum bahagia.

Good Luck :-)

Related Posts by Categories



0 komentar: